shadow

Dahsyatnya Metode Mind Map dalam Pembelajaran

Posted by Syahrul Ghani , category Education, read 1423

Dalam proses pembelajaran, para siswa sering dihadapkan pada kesulitan menghapal dan memahami begitu banyak materi pelajaran saat menghadapi UN, SBMPTN dan lainnya. Sebagai pengajar atau guru profesional, pengajar Ganesha Operation harus mencari jalan keluar berupa inovasi metode pembelajaran atau teknik mengajar didalam kelas.

Guru/pengajar dapat mengenalkan berbagai teknik mencatat, menghapal atau pun proses optimalisasi otak. Salah satu metode pembelajaran yang telah terbukti mampu mengoptimalkan hasil belajar adalah metode peta konsep atau disebut Mind Map. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Tony Buzan pada awal 1970-an. Hingga saat ini metode yang merupakan implementasi dari radiant thinking adalah metode belajar yang paling banyak digunakan diseluruh dunia. Beberapa negara di dunia, penggunaan metode mind map telah diwajibkan bagi mahasiswanya, seperti di USA, Eropa Afrika Selatan, Meksiko, Singapura dan negara lainnya. Di Indonesia salah satu bimbingan yang telah menerepkan metode tersebut adalah Ganesha Operation.

Dalam bukunya yang berjudul Mind Map Untuk Meningkatkan Kreatifitas, Tony Buzan (2004) menyatakan bahwa Mind Map merupakan piranti paling hebat yang dapat membantu otak berpikir secara maksimal. Karena pengorganisasian otak dalam metode mind map terbukti memberikan kemudahan dalam mengatur segala informasi dan hasil pemikiran yang melibatkan cara kerja alami. Ini berarti bahwa upaya untuk mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari akan lebih mudah. Disamping itu juga lebih dapat diandalkan daripada menggunakan cara pencatatan konvensional.

Mind Map sebenarnya adalah suatu sistem grafis yang melibatkan seluruh potensi otak kiri dan otak kanan. Mind map sangat berguna untuk membuka potensi otak yang masih tersembunyi dalam berpikir, belajar ataupun bekerja. Mind Map sampai saat ini masih dianggap sebagi teknik paling efisien dalam memasukan, menyimpan dan memanggil informasi pada otak kita. Dalam bukunya yang berjudul Mind Map untuk Anak, Tony Buzan penulis sekaligus penemu konsep mind map ini menjelaskan bahwa sebuah mind map dibuat dengan kata-kata, warna, garis dan gambar, yang akan merangsang kerja otak kanan. Selain akan merangsang kerja otak kita, gambar maupun warna memiliki fungsi untuk menarik perhatian mata dan membantu pengelompokan informasi.

Sebagaimana kita sadari otak yang kita miliki merupakan karunia dari Tuhan yang sangat luar biasa potensinya. Tentu hal itu akan bermakna jika kita telah mengetahui dan memahami cara kerja otak kita. Bayangkan otak kita memiliki satu triliun sel dengan kemampuan dapat mengingat isi 5 buah ensiklopedi.

Otak yang ada pada diri kita sebenarnya memiliki dua belahan, yaitu otak kiri dan otak kanan. Menurut Roger Sperry, belahan otak kiri memiliki fungsi yang berbeda dengan belahan otak kanan. Otak kiri adalah otak rasional, dan otak kanan adalah otak imajinatif. Belahan otak kiri memiliki kelebihan dalam kata-kata, logika, angka, sekuens, lineralitas, analisis, dan daftar serta merupakan short term memory. Sedangkan otak kanan memiliki keunggulan dalam ritme, kesadaran, imajinasi, mengkhayal, kreatif, warna, dan dimensi serta merupakan long term memory.

Ketika siswa membuat suatu catatan dengan format standar, yang berupa kata-kata, atau angka saja maka siswa tersebut hanya menggunakan setengah dari kemampuan potensi otak kita yang sangat menakjubkan. Dengan metode mind map tentu akan sangat membantu siswa memanfaatkan potensi kedua belah otak. Karena interaksi yang luar biasa antara kedua belahan otak dapat memicu kreativitas yang memberikan kemudahan dalam proses mengingat dan berpikir

Lantas bagaimanakah cara membuat mind map yang baik ? Menurut Tony Buzan, sebagai latihan dalam membuat mind map, dapat menggunakan selembar kertas kosong tanpa garis dan beberapa pulpen/spidol berwarna. Kemudian lakukan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Buat sebuah gambar yang melambangkan topik utama sekaligus merupakan garis besar di tengah kertas. (2) Buat garis tebal berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di tengah kertas ke masing-masing cabang untuk setiap ide utama yang ada atau sebagai subjek. Cabang utama dalam mind map melambangkan sub topik utama. (3) Beri nama pada setiap ide di atas atau boleh juga menambahkan gambar-gambar kecil mengenai masing-masing ide tersebut. Hal ini dilakukan untuk merangsang penggunaan kedua sisi otak. (4) Dari setiap ide yang ada, tarik garis penghubung lainnya, yang menyebar seperti cabang-cabang pohon. Kemudian tambahkan buah pikiran ke setiap ide tadi. Cabang-cabang tambahan ini melambangkan detail-detail yang ada.

Selanjutnya untuk membuat suatu mind map, siswa terlebih dahulu dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kata kunci yang berhubungan dengan suatu topik. Kemudian baru menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola yang logis. Mind map kadang juga merupakan berupa diagram hirarki, kadang juga mind map itu memfokus pada hubungan sebab akibat dari suatu materi.

Dengan telah terbiasanya siswa menggunakan dan mengembangkan potensi dua otaknya maka akan dicapai peningkatan beberapa aspek, yaitu konsentrasi, kreatifitas, daya ingat, dan pemahaman. sehingga siswa dapat mengambil keputusan berkualitas yang tepat. Dengan demikian setidaknya salah satu kesulitan siswa dalam proses belajar akan dapat terbantu. Kini siswa akan lebih mudah dan menyenangkan dalam menerima materi pada setiap proses pembelajaran. Akhirnya diharapkan prestasi hasil belajar siswa pun akan meningkat dan tercapai apa yang menjadi tujuan pembelajaran.

Oleh : Indra Yusuf
Penulis adalah guru SMA Negeri 7 Cirebon dan staf pengajar bimbingan belajar Ganesha Operation Cabang Cirebon.

11Des2015