shadow

Merdekakah Diri Anda ?

Posted by Syahrul Ghani , category Renungan, read 1101

Merdekakah Diri Anda ?

17 Agustus adalah hari kemerdekan negara yang kita cintai. Enam puluh tujuh (67) tahun ilustrasi sudah kita terlepas dari belenggu penjajahan..Namun tanpa disadari masih banyak pribadi-pribadi yang belum merdeka dari belenggu dirinya sendiri. Pribadi seperti ini belum lah merdeka dalam arti sesungguhnya.

Setiap manusia Indonesia berhak untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Namun ada banyak hambatan pada setiap diri manusia untuk maju meraih kesuksesannya. hambatan terbesar adalah Mental Block.
Mental Blok menghalangi kita untuk berprestasi..seolah-olah ada jurang pemisah antara keinginan kita untuk berprestasi dengan tindakan yang kita lakukan. Contoh sederhana, Anda punya tugas untuk belajar persiapan Ujian Sekolah namun yang Anda lakukan adalah menonton film.

Ciri-ciri seseorang yang dihinggapi mental Blok  negatif memiliki sifat mudah putus asa, konflik diri, tidak bersemangat, pesimis, mudah tersinggung, rendah diri, merasa tidak mampu, pemalas, tidak konsisten, menghakimi diri sendiri, cemas dan gelisah. 

Mental Blok adalah Program Pikiran atau pemahaman yang menghambat kita dalam mencapai impian atau tujuan kita. Program Pikiran terbentuk dari pola asuh, persepsi diri terhadap pengalaman hidup,dan lingkungannya. Misalnya seorang anak yang selalu dikatakan bodoh dan tidak kreatif karena nilai ulangannya selalu jelek, akhirnya dalam otak bawah sadar selalu tersimpan gambaran diri bahwa dia bodoh dan tidak bisa melakukan  pekerjaan dengan baik. Dalam hidup dia, dia selalu punya mental blok tidak berani mencoba karena ia merasa gambaran dirinya adalah orang yang bodoh dan tidak kreatif.

Menurut Robert B. Stone, paling tidak terdapat lima hambatan yang selalu membuat seseorang sulit meraih sukses:

1.    Kegelisahan dan kecemasan.

Hal ini menyebabkan ketegangan dalam badan. Koordinasi otot dan efisiensi mental dapat dipengaruhi oleh keadaan ini. Kesehatan pun jadi ikut terganggu, dan biasanya sistem pencernaan terkena dampaknya paling awal. Gejala lainnya juga berkisar pada sakit kepala dan serangan jantung.

2.    Takut.

Ini merupakan hambatan yang tersembunyi. Perasaan takut melakukan sesuatu seringkali membuat kita selalu menahan diri dalam mengerjakan sesuatu.

3.    Benci-diri.

Begitu banyak orang yang selalu menimpakan semua kesalahan pada dirinya sendiri. Jika ada sesuatu yang tidak beres, alih-alih mencari tahu apa yang terjadi dan mengoreksi diri sendiri, malah tanpa sadar menghukum diri sendiri.

4.    Pesimis.

Merasa tidak bisa sukses dan seringkali memberikan bukti dengan membeberkan kegagalan yang sering dialami.


5. Konsep diri yang terbatas.

Mempunyai kebiasaan berpikir dalam keterbatasan. Kebiasaan ini seringkali mengganggu kita dalam melakukan sesuatu. Seringkali kita merasa tidak layak dalam mendapatkan sesuatu yang sesungguhnya baik bagi kita.

 

Pada intinya jika orang tersebut membuka diri dan bersedia untuk menghilangkan mental blok mereka, maka akar permasalahan yang menyebabkan Mental Blok tersebut dapat diketahui dan diperbaiki. Mental block harus diperangi dalam diri orang itu sendiri. Artinya, betapa pun Anda dibantu oleh orang lain, namun bila tidak ada kesadaran dalam diri untuk menghancurkan mental block, rasanya akan percuma. Seseorang yang terbuka dan periang biasanya lebih mampu mengembangkan dirinya atau menghilangkan Mental Bloknya. Sedangkan seseorang yang pendiam, introvert, pendendam, menyimpan masalah lama yang sudah lewat, cenderung memiliki mental block yang banyak dan harus satu persatu dibereskan.

 

Buatlah diri Anda sendiri lebih terbuka dan berani berkembang dengan beberapa cara:  

1.    Kenalilah diri Anda
Kenalilah diri Anda , agar dapat memahami apa yang Anda sukai dan tidak anda sukai sehingga bisa dipahami pikiran-pikiran mana yang menghambat. Tidak ada orang lain yang dapat mengetahui diri Anda selain diri Anda sendiri…

2. Kurangilah beban masa lalu
Memfokuskan perhatian pada apa yang sudah terjadi di masa lalu hanya akan membuat energi terkuras percuma. Karena, seseorang cenderung dikuasai rasa khawatir akan pengalaman tak menyenangkan di masa lalu. Ketidakmampuan melepas masa lalu kemudian menghambat seseorang untuk membangun dirinya. Akibatnya, seseorang menjadi pendendam dari pengalaman pahit yang pernah dialaminya.

3. Penerimaan atas diri dan orang lain
Kemampuan untuk menerima orang lain membantu seseorang untuk lebih terbuka. Kesulitan komunikasi juga dipengaruhi faktor ini. Seseorang akan sulit melatih komunikasi jika tidak terbuka dengan orang lain. Dengan mengakui adanya karakter yang berbeda, seseorang bisa melepaskan mental block dan membangun keberanian untuk menghadapi masalah.

4. Jujur dengan siapa pun yang dipercaya
Jika kembali kepada kemampuan komunikasi, kejujuran menjadi faktor penting. Mengakui dengan jujur apa yang tidak disenangi dan atau apa yang paling diinginkan dalam karier dan kehidupan, bisa membantu mengatasi masalah. Tentu saja, sikap jujur tidak serta-merta diobral kepada siapa saja. Menjadi jujur kepada orang yang dipercaya, mampu membantu seseorang melepas mental block dalam diri.

5. Pilihlah lingkungan yang baik
Tanamkan keyakinan besar bahwa anda berhak untuk sukses. Bergaullah dengan orang-orang yang berwawasan luas dan berkepribadian baik. Dapatkan motivasi dan pengembangan diri agar lebih bersemangat. Bersyukurlah dan selalu gembira meskipun dalam keadaan sulit.

Bagaimana mengetahui Mental Blok tersebut telah hilang dalam diri kita? Kita akan menyadari jika sudah merasakan bahwa pola yang dilakukan dalam konsep berpikir dan berperilaku sudah berbeda dengan sebelumnya dan sudah tidak memiliki lagi pikiran-pikiran ataupun perilaku hasil dari pikiran tersebut yang menghambat pertumbuhan di kehidupan. Kondisi tersebut dapat dipertahankan dan konsisten dijalankan agar dapat mencapai tujuan.

Selamat Membebaskan Diri dari Mental Block, Merdeka..!!

13Agt2012